Selasa, 11 Maret 2014

GUA PINDUL - OBYEK WISATA INDONESIA


Gua Pindul. Berlokasi di dusun Gelaan. desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul, provinsi Yogyakarta. Karena dasar gua ini berupa sungai maka tidak mungkin anda menyusuri dengan jalan kaki, kecuali punya cukup nyali untuk berenang.Inilah istimewanya, anda harus menaiki ban karet untuk menyusuri gua. Di dalam gua pasti akan anda temukan banyak hal baru yang tidak ada bandingannya dengan gua biasa. Wisata menyusuri gua menggunakan ban karet ini dikenal dengan sebutan cave tubing. National Geographic juga pernah meliput keindahan berwisata di Gua Pindul.
 Gua Pindul dibuka secara resmi untuk umum pertama kali pada tahun 2010.
Keajaiban alam ini sudah menarik perhatian puluhan ribu wisatawan sejak tahun 2010, baik domestik ataupun mancanegara. Di tahun pertama tercatat hanya ada 120 wisatawan saja. Tahun 2011 tercatat 18.000 pelancong. Dan tahun 2012 tercatat 40ribua lebih pengunjung.

Gua Pindul termasuk ke dalam golongan “gua basah” dimana jenis gua ini berbeda dengan kebanyakan gua di Indonesia yang rata-rata bertipe “gua kering”. Di dalam Gua Pindul terdapat aliran sungai yang mengalir mulai dari mulut gua hingga bagian akhir dari gua ini. Gua ini memiliki panjang kurang lebih 300 meter dengan aliran sungai bersahabat, cukup tenang, dan tidak terlalu banyak gelombang pada aliran sungai ini.
cukup dengan membayar tiket 30 ribu rupiah per orang, anda sudah bisa bertualang menjelajah Gua Pindul. Biaya tiket tersebut digunakan untuk menyewa ban karet, jaket pelampung serta jasa pemandu yang memandu anda menikmati keindahan pemandangan di gua ini.
Selanjutnya pemandu mulai memandu anda dengan memimpin doa sebelum melakukan perjalanan dan memberikan penjelasan tentang tata tertib yang ada. Hati-hati, mungkin ada makhluk lain yang menghuni gua ini. Gua Pindul memiliki 3 lorong, yaitu lorong terang, remang-remang, dan gelap. Pemandu membawa alat penerangan dan memberikan penjelasan tentang apa yang ada di dalam gua ini. Di dalam gua bisa anda temukan stalakmit dan staktit yang berdiri kokoh bagaikan tiang-tiang sebuah bangunan. Selain itu, di Gua Pindul terdapat hewan yang di lindungi yaitu burung seriti, walet serta kelelawar. Sedang bagian gelap Gua Pindul, ditujukan untuk konservasi kelelawar.

Harap dicatat, ditengah perjalanan menjelajah Gua Pindul akan anda temukan bagian gua yang sangat sempit sehingga antri harus bergantian untuk melalui bagian tersebut karena hanya mampu dilewati oleh satu ban karet saja. Menjelang akhir perjalanan menyusuri gua, anda akan menemukan tempat yang bisa digunakan uji nyali melompat ke air. Di sini anda akan merasakan sensasi yang menakjubkan ketika melompat dari tempat tersebut. Untuk menyusuri gua ini diperlukan waktu kurang lebih 1 jam. Jangan khawatir, satu jam tidak terasa berlalu sangat cepat karena Sang Pencipta alam akan menghipnotis anda dengan keindahan yang ada di dalam Gua Pindul ini.

Minggu, 09 Maret 2014

DESA WISATA KALIBIRU - KEINDAHAN DI PUNCAK MENOREH


  Kalibiru merupakan kawasan hutan yang dikelola masyarakat sekitar dan dijadikan objek wisata alam. Hutan wisata ini berada di perbukitan Menoreh, tepatnya di Desa Hargowilis, Kokap, Kulonprogo. Kalibiru berjarak 10 KM dari ibukota Wates. Sedang dari Kota Yogyakarta, Kalibiru berjarak 40 KM, ditempuh dalam waktu 60-90 menit.

  Pada tahun 1950-an, Kalibiru merupakan hutan lindung yang belum dijamah manusia. Namun seiring berjalannya waktu, banyak pembalakan liar terjadi di Kalibiru. Sampai pada tahun 1997 Kalibiru menjadi hutan yang tandus dan gersang.
Oleh sebab itu warga sekitar kemudian berinisiatif mengelola Kalibiru untuk membuat hutan itu kembali hijau dan sejuk.
Melalui Komunitas Lingkar, masyarakat sekitar mengubah Kalibiru yang tandus dan gersang menjadi hijau dan sejuk.
Setelah lima tahun dikelola oleh masyarakat, jumlah dan pertumbuhan tanaman di Kalibiru meningkat pesat. Ditemukan juga beberapa mata air. Sejak 14 Februari 2008 hutan ini secara resmi dikelola masyarakat selama 35 tahun dengan adanya Izin Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan. Kini Kalibiru membalas budi masyarakat yang telah merawatnya dengan menjadi hutan wisata yang indah.

  Kalibiru terbentang 450 meter diatas permukaan laut. Jika cuaca cerah, dari balik hutan Kalibiru kita dapat melempar pandangan sampai Gunung Merapi, Pantai Selatan, dan Waduk Sermo. Karena berada di perbukitan yang cukup tinggi, Kalibiru sejuk dan udaranya jernih tanpa polusi. Tentu hal ini menjadi nilai lebih bagi pengunjung yang berasal dari perkotaan yang sehari-hari menghirup udara kota yang kotor.

  Selain bentang alamnya yang indah oleh paduan hutan yang hijau dan perbukitan, sosial budaya masyarakat sekitar Kalibiru juga menjadi daya tarik.
Masyarakat lokal Kalibiru dikenal ramah, santun, memiliki rasa kekeluargaan, dan bergotong royong. Selain itu, masyarakat Kalibiru juga mempertahankan beraneka ragam seni budaya tradisional, sehingga mampu menghadirkan eksotisme yang khas bagi pengunjung. Masyarakat yang secara bahu-membahu mengelola hutan wisata Kalibiru juga mempunyai komitmen untuk menjaga lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur bangunan di Kalibiru. Tak ada satu bangunan pun yang berbahan beton. Semuanya terbuat dari bahan-bahan alami seperti bambu atau kayu dan dirancang sesuai arsitektur Jawa kuno. Berbagai bangunan yang disediakan sebagai fasilitas pengunjung di Kalibiru antara lain pondok wisata, gardu pandang, joglo, sampai perpustakaan. Selain itu terdapat pula area outbond, jalur tracking, dan lintasan flying fox.

   Di Kalibiru tersedia berbagai paket wisata, diantaranya wisata perdesaan, budaya, pendidikan, keluarga, terapi alam, dan lain-lain. Untuk masuk ke hutan wisata Kalibiru, pengunjung harus membayar retribusi sebesar Rp. 2000,- Dan untuk menikmati desir adrenalin di lintasan flying fox, pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp. 5.000,- untuk anak-anak.

Selasa, 04 Maret 2014

MALIOBORO YOGYAKARTA


Berkumpulnya seniman- seniman berbagai universitas, tempat berkumpulnya aksesori dan berbagai pernak pernik, tempat berkumpulnya wisatawan, dan tempat berkumpulnya penjual dan pembeli, itulah gambaran tempat yang begitu istimewa Malioboro, tak pernah sepi dari wisatawan dari pagi sampai malam datang. Malioboro merupakan tempat favorit wisatawan mancanegara dari berbagai Negara maupun wisatawan lokal, di tempat wisata ini para wisatawan bisa menemukan berbagai hal unik sampai hal yang menakjubkan, mulai dari beribu jenis barang yang ditawarkan, dari yang kecil sampai yang besar,dari ribuan sampai ratusan ribu rupiah, para wisatawan juga bisa menemukan berbagai kesenian daerah yang dimainkan oleh para mahasiswa kesenian di Jogja, mulai dari peragaan alat musik tradisional angklung sampai dengan kesenian budaya lainnya. Malioboro tempat yang harus anda kunjungi saat berada di Yogyakarta, tak lengkap liburan anda ke jogja tanpa datang ketempat wisata kebanggaan kota Yogyakarta.

KERATON YOGYAKARTA

Dengan menempati area seluas 1,3 km persegi keraton dibangun dengan konsep kosmologi jawa yakni alam terbagi menjadi 3 bagian yakni atas sebagai tempat para dewa kemudian bagian tengah sebagai tempat manusia dan bawah sebagai tempat kekuatan jahat, sedangkan bagian atas dan bawah dibagi lagi masing masing menjadi 3 bagian yang seluruhnya jadi 7 bagian. Bagian tersebut adalah :
  1. Lingkungan Alun alun utarasampai siti Hinggil utara
  2. Keben atau kemandungan utara
  3. Sri Manganti
  4. Pusat Kraton
  5. Kemagangan
  6. Kemandungan Kidul
  7. Alun alun selatan sampai siti hinggil selatan
Sedangkan secara tata ruang keraton di susun dengan pola kosentrik yakni :
  1. Lapisan luar, disini terdapat Alun alun utara dan selatan dengan masing masing antributnya. Alun alun utara dengan Masjid Agung, Pekapalan, Pagelaran dan pasar yang membentuk catur gatara tunggal. Alun – alun Selatan dengan Kandang Gajah kepatihan sebagai prasaranan birokrasi dan Benteng sebagai prasarana militer
  2. Lapisan kedua, Siti Hinggil merupakan halaman dengan pelataran yang ditinggikan. Ini juga terdapat di sisi utara dan selatan. Siti Hinggil utara ada bangsal witana dan bangsal manguntur tangkil tempat untuk mengadakan upacara kenegaraan, sedangkan siti hinggil selatan digunakan untuk melihat latihan keprajuritan. Bagian terakhir pada lapisan kedua ini adalah supit urang/pamengkang yaitu jalan yang melingkari Siti Hinggil.
  3. Lapisan ketiga berupa Pelataran Kemandhungan utara dan selatan. Ini merupakan ruang transisi menuju pusat. Pada pelataran kemandungan utara terdapat bangsal pancaniti sebagai tempat sultan melakukan pengadilan khusus perkara yang ditangani raja. Selain itu sebagai ruang tunggu abdi dalem untuk menghadap raja.
  4. Lapisan ke empat terdiri dari Pelataran Sri Manganti dengan bangsal Sri manganti sebagai ruang tunggu menghadap raja, dibagian ini juga terdapat bangsal trajumas di utara pelataran kemagangan dan bangsal kemagangan disisi selatannya.
  5. Lapisan akhir adalah merupakan pusatnya yakni terdapat pelataran kedhaton yang terdiri dari Tratag, Pendhopo, pringgitan dalem.
Sebagai penghubung antar pelataran dibatasi dengan benteng dan gerbang sehingga terdapat 9 gerbang pada 9 pelataran dan nama gerbang tersebut adalah Gerbang Pangurakan, Gerbang Brajanala, Gerbang Srimanganti, Gerbang Danapratapa, Gerbang Kemagangan, Gerbang Gadung Mlathi, Gerbang Kamandhungan, Gerbang Gadhing, dan Gerbang Tarub Agung.

CANDI PRAMBANAN


Situs Candi Hindu yang terbesar di Indonesia dan Sudah ditetapkan UNESCO sebagai cagar budaya dunia sejak tahun 1991. Bagunan candi yang sangat luar biasa, Struktur candi ini menggambarkan secara jelas kepercayaan dalam agama Hindu, yakni TRIMURTI maka Candi ini memiliki 3 Candi utama yang melambangkan hal tersebut.  Ketiga candi terbut adalah Candi Wisnu, Candi Brahma, dan Candi Siwa yang semuanya menghadap ke Timur.Masing- masing candi utama memiliki satu candi pendamping yakni Garuda untuk Candi Wisnu, Angsa untuk Candi Brahma dan Nandini untuk candi Siwa. Setiap candi utama juga memiliki 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sedangkan pada halaman terdapat 224 candi.Candi Siwa merupakan candi yang tertinggi dan terdapat 4 ruangan, ruangan utama berisi Arca Siwa, kemudian Arca Durga (istri Siwa juga disebut sebut sebagai arca Putri Roro Jonggrang), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Sedangkan disebelah selatan Candi Siwa ada Candi Brahma yang terdiri dari satu ruangan saja berisi Arca Brahma demikian juga disebelah utaranya adalah Candi Wisnu disini juga terdirti satu ruangan saja yang berisi Arca Wisnu. Candi Prambanan merupakan tempat selalu dituju wisatawan saat berkunjung di Yogrtyakaa.

CANDI BOROBUDUR


Candi borobudur, mahakarya terbaik yang pernah menjadi 7 keajaiban dunia, bangunan candi Budha yang begitu megah, tempat favorit dan tujuan utama wisatawan dalam negeri dan wisatawan mancanegara, foto dan keahlian fotografi anda akan tertantang di candi yang dibangun pada abad 8 dan 9 pada masa pemerintahan wangsa syailendra yang miliki bangunan yang begitu istimewa dan begitu dikenal oleh wisatawan asing dan bangsa- bangsa didunia dengan bangunan enam teras berbentuk bujur sangkar diatasnya terdapat 3 pelataran melingkar, Dinding dihiasi dengan relief sebanyak 2672 panel dan sebanyak 502 Arca Budha. Stupa utama terletak di tengah tengah dan merupakan yang terbesar, dikelilingi 72 stupa berlubang yang didalamnya ada arca Budha yang tengah duduk bersila. Candi Borobudur menjadi salah satu tempat yang harus anda kunjungi saat berkunjung ke Yogyakarta.

PANTAI BARON KUKUP GUNUNG KIDUL


Jika anda berkunjung ke yogyakarta, sempatkanlah berwisata ke pantai-pantai yang ada di jogja, salah satu yang bisa anda kunjungi adalah Pantai Baron. Pantai ini kurang lebih berjarak 40 km dari kota yogyakarta, terletak di Kabupaten Gunung Kidul, untuk mencapainya terlebih dahulu kita ke kota Wonosari (Ibukota Kabupaten Gunung Kidul).  Jarak antara wonosari dengan baron kurang lebih 20 km, untuk mencapai Pantai Baron anda bisa menggunakan angkutan umum, kendaraan roda empat atau roda dua. Jalan yang digunakan naik turun dan berkelok-kelok.
Pantai Baron memiliki karakter ombak yang besar, tetapi parang pengunjung masih bisa berenang di tepian pantai sesuai batas pantai yang diperbolehkan. Pantai Baron adalah teluk yang diapit dengan bukit yang hijau yang penuh dengan pohon kelapa, teluk ini merupakan sebuah muara aliran sungai yang berada di bawah batu karang yang memiliki air yang jernih. Agar aman berenang pengelola memasang rentangan kawat yang di bentangan di atas teluk, sebagai tanda batas untuk berenang. Baron merupakan sebuah pangkalan untuk nelayan  ketika akan menepi setelah mencari ikan. Hasil kekayaan baron seperti ikan bawal putih, kakak, lobster atau udang besar, dan tongkol siap menjadi petualangan kuliner yang memanjakan lidah pengunjung, sebagai rekomendasi anda bisa mencoba Sop Kakap.
Pantai ini juga sering digunakan sebagai tempat untuk kegiatan berkemah, lintas alam dari bukit ke bukit dan mengelilingi teluk Pantai Baron. Di baton juga diadakan upacara sedekah laut yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat setiap bulan syuro dalam kalender jawa. sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut yang telah diberikan.


Putra Agung Tour Travel

# FORMAT RESERVASI / SMS BOOKING :
KIRIM SMS ATAU WHATS'APP ANDA

Ketik : BOOKING - NAMA - ALAMAT JEMPUT - NO.HP - JUMLAH ORANG - TGL. KEBERANGKATAN (PAGI/MALAM) - KOTA TUJUAN.
Contoh : (Booking - Heru - Jln. A. Yani No 01, Surabaya - 081234XXX - 2 org - 01 Januari 2017 Malam - Jln. Malioboro No 01, Jogjakarta)

Apabila tidak ada balasan konfirmasi dari kami silahkan hubungi
HOTLINE : 0812 1718 1848 ( Call )
sms booking dianggap sah apabila sudah ada balasan & konfirmasi kesepakatan antara
pihak travel & penumpang.